Selasa, 15 September 2009

MUI :Insya Allah 1 Syawal Jatuh Di Hari Ahad

Viva-News  Majelis Ulama Indonesia menyatakan dalam penetapan 1 Syawal selalu berdasarkan sidang itsbat yang dilakukan Departemen Agama bersama ormas-ormas Islam.

"Sidang itsbat akan dilakukan pada 19 September, berdasarkan 29 Ramadhan. Kami menunggu dari situ," kata salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin dalam keterangan pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa 15 September 2009.

Namun, tambah dia, kemungkinan besar 1 Syawal jatuh pada Ahad, 20 September 2009. "Karena hilal pada Sabtu malam sudah mencapai 3 derajat sampai 5 derajat," kata dia.

Kemungkinan juga tak ada perbedaan pelaksanaan hari raya Idul Fitri. "Karena sudah di atas 2 derajat, kemungkinan semua akan menetapkan hari Ahad adalah hari raya. Kemungkinan tak ada perbedaan," tambah dia.

Dijelaskan Ma'ruf, perbedaan selama ini terjadi karena letak hilal. "Perbedaan selama ini karena hilal di bawah dua derajat," tambah dia.
Sementara, Ketua Umum MUI Umar Shihab mengatakan ahli hisab maupun ahli rukyat punya argumen masing-masing dalam menetapkan 1 Syawal. '"Itu menyangkut keyakinan, tidak bisa dipaksakan," kata dia.

Namun, tambah dia, jika ada hisab jdan rukyat, jangan dibesar-besarkankan perbedaannya. "Karena perbedaan bisa memecah belah persatuan. Seharusnya perbedaan itu jadi hikmah dan berkah," tutur Umar.

Sebelumnya, Menteri Agama, Maftuh Basyuni mengatakan 1 Syawal 1430 H jatuh pada Minggu 20 September 2009.

Menurut Maftuh, hari itu diperkirakan berdasarkan perhitungan yang memprediksi bahwa tanggal 19 September, hilal berada di atas ufuk.

Jika pemerintah menentukan 1 Syawal jatuh pada 20 September, itu sama dengan perhitungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar